Psycho funkey!!

Wednesday, June 07, 2006

Kaktus dan bunga matahari

Matahari menyapa seisi taman. Dan smua bersorak balik menyambut.
Tak terkecuali titisan matahari di bumi, bunga matahari.
Tak bisa dipungkiri raut mukanya gembira bukan kepalang tiap pagi menghadirkan 'rajanya'. Sehari lagi Ia diberi kesempatan utk mengabdi rajanya. Matahari.
"Spt biasa mukamu merona stiap btemu dengannya", kaktus memulai percakapan pagi itu.
"ya, karena ia rajaku, kekasih hatiku, pujaanku"
"Kau benar-benar percaya pada pujaan hatimu itu?"
"Kepercayaanku tercipta hanya untuk rajaku"
"Mmm.... adakah kau tdk curiga kemana ia pergi dalam 12 jam stlh terang? Yang kudengar rajamu selingkuh dengan seorang ratu. Ratu malam namanya"
"Lalu?"
"lalu apa artinya pengabdianmu slama ini? Kau sll bgerak mikuti gerakannya, bgembira saat menemuinya, dan muncup mhormati kepergiannya saat gelap datang. Ia tak sesetia yang kau kira. Ia lemah dan takluk pada ratu gelap. Adakah kau tak mrasa dikhianati?"
"hahaha......... kaktus temanku, tahukah kau artinya mencintai? Mencintai berarti menerangi tanpa membayangi. Adakah pernah kau mencintai?"
"Tidak, aku tak punya teman untuk kusayangi, tak punya batu untuk sekedar bersandar, smua cinta yang kupunya kusimpat rapat didalam duriku sehingga tak ada yang berani mencoba untuk mengambilnya karena mereka akan terluka karenanya"
"OH kaktus...... tahukah kau aku mencintaimu?? tanah dan debu menyayangimu? Angin slalu membantumu? bahkan mataharipun tak pernah lupa membagikan sinarnya untukmu. Setiap apa di bumi saling memberi dan menerima."
-hening-
"Kau benar aku adalah makhluk yang beruntung, dicintai begitu banyak nyawa. Aku makhluk berduri yang sangat beruntung di bumi ini!!"
"Baiklah........... mulai kali ini aku mencintai segala yang ada dihidupku, karena sgala yang ada dihidupku mencntai aku!!! terima kasih bunga matahari."
"Hai teman seisi taman!! SLAMAT PAGI SMUA!!!" Tak pernah kaktus berteriak sekeras ini.
Seisi taman mbalas"SLAMAT PAGI KAKTUS!!"
NB:

Kau tidak akan pernah tahu seberapa inginnya mereka menjadi temanmu selama kau menganggap dirimu adalah musuh mereka
Tak perlu keabadian untuk menjadi seorang raja, hanya ketulusan dan keberanian